Tangerang,- Ketua DPD Himpunan Pemuda Al-Khairiyah (HPA) Tangerang Selatan (Tangsel), Abdullah Suntani mendukung usulan Gubernur Banten Andra Soni terkait pembangunan MRT (Mass Rapid Transit, Moda Raya Terpadu) hingga Serpong untuk mengurangi kemacetan di Tangsel.
"Semoga terealisasi ya, biar gak macet. Minimal mengurangi penggunaan kendaraan pribadi kalau ada alternatif yang lebih efektif," ujar Abdullah dalam keterangannya, Rabu (19/3).
Apalagi menurutnya, kemacetan di Tangsel sudah terbilang cukup parah, khususnya di jalan Ciputat Raya, Ir H. Juanda (UIN Jakarta) hingga Jalan Dewi Sartika.
"Apalagi kalau saya pulang kerja, macetnya itu bisa dari Pasar Jum'at atau 500 meter dari stasiun Lebak Bulus samapai kampus UIN, nyambung lagi Ramayana Ciputat," beber pria yang akrab disapa Abduh ini.
"Belum lagi wilayah, Pamulang, Pondok Ranji, Bintaro dan lain sebagainya," imbuhnya.
Prioritaskan Angkutan Terintegrasi Meski demikian, Abduh menilai pembangunan MRT butuh upaya maksimal dan relatif berat karena membutuhkan perencanaan keuangan dan dukungan stakeholder.
"Menurut saya sih ini (wacana) butuh efforts yang keras ya, baik keuangan dan juga dukungan stakeholder terkait," jelasnya.
Oleh sebab itu, ia meminta agar lebih memprioritaskan pembangunan mode transportasi seperti Jeklinko atau memperbanyak rute Transjakarta.
"Sebenarnya yang lebih penting sih transportasi terintegrasi ya. Kaya Ciputat-Rambutan, BSD, Serpong itu kan sudah ada. Tinggal diperbanyak aja gerbong dan waktu operasinya saat jam-jam padat," pintanya.
Menyinggung soal dari wacana Gubernur tersebut, ia mendorong pembangunan KRL Commuter Line untuk masyarakat Banten, khususnya di wilayah Serang-Cilegon agar lebih mudah dan murah mendapatkan akses transportasi.
"Kalau bicara Banten kan di Serang ya, sebagai wajah provinsi. Tapi masyarakatnya masih tertinggal karena salahsatunya terbatasnya akses," katanya
"Dulu ada kereta dari merak atau serang langsung Jakarta. Tapi sekarang harus transit, nyambung lagi dari Rangkasbitung ke Jakarta. Belum lagi jadwalnya yang terbatas," lanjutnya.
Ia berharap Gubernur Banten agar lebih memperhatikan warga Banten yang masih tertinggal ketimbang merencanakan program yang hanya dinikmati oleh kalangan yang berkecukupan.
"Ya lebih prioritaskan kepentingan masyarakat bawah, bagaiman akses transportasinya untuk menunjang usaha, pendidikannya, pertaniannya. Biar wong Banten ini makin maju," tandasnya.
(red)